Pengembangan objek wisata sepadang hill oleh badan usaha milik desa panyanggar di desa cipta karya kecamatan sungai betung kabupaten bengkayang. Analisis pengembangan objek wisata Sepadang Hill oleh BUMDes Panyanggar, Bengkayang. Temukan kendala optimalisasi potensi wisata akibat fasilitas minim, akses buruk, dan keterbatasan dana.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bagaimana Pengembangan Objek Wisata Sepadang Hill yang dikelola Oleh Badan Usaha Milik Desa Panyanggar, dan juga bertujuan agar Pemerintah Kabupaten Bengkayang dapat memberikan perhatiannya terhadap Pengembangan Objek Wisata Sepadang Hill, mengingat potensi yang dimiliki objek wisata ini sangat baik perkembangannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori Zaenuri (2012: 171-172) yaitu 1) Atraksi, atraksi yang dimiliki objek wisata sepadang hill unik dan menarik sehingga bukit ini memiliki daya tarik tersendiri bila dibandingkan dengan objek wisata dataran tinggi yang ada di Kabupaten Bengkayang, namun kondisi atraksi wisata ini tidak terawat dan rusak sehingga perlu di perbaiki. 2) Amenitas, fasilitas-fasilitas yang tersedia masih minim dan perlu di perbaiki kembali baik dari segi fisik maupun dari segi pengelolaannya. 3) Akesesibilitas, akses jalan menuju objek wisata jalan rabat betonnya tidak terawat, dan masih ada jalan yang rusak dan licin terutama jalan menaiki bukit tapak jalannya sudah busuk dan lepas dari jalannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Pengembangan Objek Wisata Sepadang Hill masih belum optimal. Badan Usaha Milik Desa Panyanggar sulit untuk melakukan pengembangan selama masa pandemi covid 19 saat ini dikerenakan terbatasanya dana yang dibutuhkanKata Kunci: Objek Wisata, Pengembangan, Sepadang Hill.
This study investigates the development of Sepadang Hill, a tourist attraction managed by Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panyanggar in Cipta Karya Village, Bengkayang Regency. Utilizing a descriptive qualitative approach, the research aims to analyze the current state of development and advocate for greater attention from the Bengkayang Regency Government, given the significant potential of the site. The primary finding indicates that the development of Sepadang Hill remains sub-optimal, largely impeded by the BUMDes Panyanggar's financial constraints, particularly exacerbated during the ongoing COVID-19 pandemic. A notable strength of this research lies in its application of Zaenuri’s (2012) 3A theory (Attraction, Amenities, Accessibility) to structure the analysis. The abstract effectively highlights specific deficiencies across these crucial dimensions. Regarding Attractions, Sepadang Hill possesses unique and appealing features compared to other highland attractions in the region, yet these are currently unmaintained and damaged. For Amenities, the existing facilities are minimal and require significant improvement in both physical condition and management. Lastly, Accessibility is a major concern, with poorly maintained concrete access roads, including damaged and slippery sections leading up the hill, with specific mention of deteriorated path sections. These detailed observations provide a clear picture of the multi-faceted challenges hindering optimal development. While the abstract clearly outlines the problems and applies a relevant theoretical framework, it could benefit from a more explicit articulation of the analytical depth beyond problem identification. The stated aim for the Bengkayang Regency Government to pay attention, while a valid policy objective, might ideally be framed as a *recommendation* arising from robust analysis rather than a direct research *aim*. Despite this, the study offers valuable insights into the complexities of rural tourism development in Indonesia and serves as a pertinent call to action for local stakeholders. The research makes a relevant contribution to the discourse on sustainable community-based tourism, especially in the context of post-pandemic recovery and resource limitations.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - PENGEMBANGAN OBJEK WISATA SEPADANG HILL OLEH BADAN USAHA MILIK DESA PANYANGGAR DI DESA CIPTA KARYA KECAMATAN SUNGAI BETUNG KABUPATEN BENGKAYANG from PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria