Penerapan Teknologi Co-Compost Biochar untuk Meningkatkan Produktivitas Sayuran pada Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sungai Rengas Kalimantan Barat
Home Research Details
Rini Suryani, Agusalim Masulili, Edy Syafril Hayat

Penerapan Teknologi Co-Compost Biochar untuk Meningkatkan Produktivitas Sayuran pada Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sungai Rengas Kalimantan Barat

0.0 (0 ratings)

Introduction

Penerapan teknologi co-compost biochar untuk meningkatkan produktivitas sayuran pada kelompok tani mekar jaya di desa sungai rengas kalimantan barat. Tingkatkan produktivitas sayuran Kelompok Tani Mekar Jaya, Kalimantan Barat. Terapkan teknologi co-compost biochar untuk atasi tanah miskin organik & manfaatkan limbah lokal secara berkelanjutan.

0
2 views

Abstract

Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat menghadapi permasalahan produktivitas rendah akibat kondisi tanah pasang surut yang miskin bahan organik. Produktivitas sayuran hanya mencapai 4-6 kg per m² per musim tanam, jauh di bawah potensi optimal 10-12 kg per m². Di sisi lain, desa ini memiliki limbah organik melimpah berupa eceng gondok (500 kg/minggu) dan batok kelapa (500 kg/bulan) yang belum dimanfaatkan optimal. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memberdayakan petani melalui pengenalan dan penerapan teknologi co-compost biochar sebagai pembenah tanah berbasis potensi lokal. Metode kegiatan meliputi sosialisasi konsep pertanian berkelanjutan, pelatihan pembuatan co-compost biochar secara partisipatif, pendampingan aplikasi pada demplot sayuran, dan evaluasi menggunakan kuisioner pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 15 anggota Kelompok Tani Mekar Jaya selama enam bulan (Maret-Juli 2025). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dari 40% menjadi 82% dan keterampilan dari 45% menjadi 87%. Petani mampu memproduksi co-compost biochar secara mandiri dan mengaplikasikannya pada budidaya cabai, bawang daun, kembang kol, dan seledri. Terbentuk kesadaran baru tentang nilai ekonomi limbah organik dan pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Inisiatif pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif mulai bermunculan di kalangan petani. Teknologi co-compost biochar terbukti menjadi solusi berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lahan pasang surut lainnya untuk meningkatkan kesuburan tanah, produktivitas pertanian, dan pengelolaan limbah organik berbasis pemberdayaan masyarakat.


Review

The study addresses a pertinent issue of low vegetable productivity among Kelompok Tani Mekar Jaya in Desa Sungai Rengas, Kalimantan Barat, where tidal land conditions contribute to poor soil organic matter and yields significantly below potential (4-6 kg/m² vs. 10-12 kg/m²). The authors propose an innovative and sustainable solution: the implementation of co-compost biochar technology. This approach effectively leverages abundant local organic waste, specifically water hyacinth and coconut shells, to enrich the soil. The program's core objective is to empower farmers through the adoption of this technology, thereby tackling both soil degradation and waste management challenges with a focus on local resource utilization. The methodology adopted for this six-month community partnership program involved 15 farmers and encompassed several key stages. These included initial socialization on sustainable farming principles, participatory training in co-compost biochar production, practical application on various vegetable demplots (chili, spring onion, cauliflower, celery), and a robust evaluation through pre- and post-test questionnaires. The abstract reports significant and commendable outcomes, demonstrating a substantial increase in farmers' knowledge from 40% to 82% and practical skills from 45% to 87%. This indicates a highly effective technology transfer, enabling farmers to independently produce and apply the co-compost biochar in their agricultural practices. This initiative represents a strong model for community-based sustainable agriculture, successfully fostering a new awareness among farmers regarding the economic value of organic waste and promoting a shift away from chemical fertilizer dependency. The emergence of productive yard utilization further underscores the program's broader impact on farmer empowerment and resourcefulness. While the abstract effectively highlights the success in technology adoption and capacity building, a more explicit quantification of the actual *increase in vegetable productivity* following the application of co-compost biochar would strengthen the argument, given that "increasing productivity" was the initial problem statement. Nonetheless, the project offers a highly promising, replicable, and environmentally sound solution for enhancing soil fertility and agricultural output in similar tidal land regions, while simultaneously addressing organic waste management.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Penerapan Teknologi Co-Compost Biochar untuk Meningkatkan Produktivitas Sayuran pada Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sungai Rengas Kalimantan Barat from Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.