Pemberdayaan kader kesehatan dan ibu balita stunting dalam pemeliharaan kesehatan gigi balita stunting dan pmt di desa oeltua kabupaten kupang. Pemberdayaan kader & ibu balita stunting di Kupang untuk pemeliharaan kesehatan gigi & PMT balita. Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan perawatan gigi pada anak stunting.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai selama periode pertumbuhan kritis, yaitu 1000 hari pertama kehidupan anak. Stunting tidak hanya mempengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga kesehatan gigi mereka. Masalah kesehatan gigi pada balita stunting dapat mencakup karies gigi, penyakit gusi, dan infeksi mulut lainnya yang dapat memperburuk status gizi mereka melalui gangguan makan dan penyerapan nutrisi yang tidak optimal. Pemasalahan: Peningkatan pemberdayaan kader kesehatan dalam upaya promotive dan preventif kesehatan gigi kepada ibu balita stunting dengan menggunakan KMGS dan peningkatan pemberdayaan ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut balita stunting dengan menggunakan KMGS Metode Pelaksanaan: Pengukuran perilaku kader Kesehatan dan ibu balita stunting, edukasi pencegahan stunting melalui pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, melatih cara penggunaan KMGS dan demonstrasi cara membersihkan gigi balita stunting serta pemberian makanan tambahan bagi balita stunting. Hasil Kegiatan: perilaku kader kesehatan dalam melakukan edukasi cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kepada ibu-ibu balita stunting serta penggunaan KMGS termasuk kategori cukup (71,4%) dan perilaku ibu balita stunting dalam melakukan pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut balita stunting dan dengan menggunakan KMGS termasuk kategori cukup (70,5%). Kesimpulan : Kader kesehatan dan ibu balita stunting mampu memahami penjelasan yang disampaiakan namun masih memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terbatas terutama tentang cara penggunaan KMGS.
This paper addresses a crucial public health issue by focusing on the empowerment of health cadres and mothers of stunted toddlers in improving oral health and providing supplementary feeding. The abstract effectively highlights the severe consequences of stunting, not only on physical growth but also on dental health, including increased risk of caries and gum disease, which can further exacerbate nutritional deficiencies. The stated problem articulates a clear need for promotive and preventive efforts, specifically through enhancing the capacity of health cadres and mothers in maintaining the oral health of stunted children, using a tool referred to as KMGS. This foundational premise underscores the importance of integrated approaches to child health and nutrition. The methodology employed in this study appears practical and community-oriented, encompassing behavioral measurement, educational interventions, training on the use of KMGS, demonstrations of tooth cleaning techniques, and the provision of supplementary food. While the approach seems logical for a community-based intervention, the abstract lacks critical details that would enhance its scientific rigor and replicability. Specifically, the acronym KMGS is introduced as a key component without any explanation of what it stands for or its nature, which is a significant oversight. Furthermore, the abstract does not specify the duration of the intervention, the sample size of cadres and mothers, or the exact metrics used for "pengukuran perilaku" (behavioral measurement), making it difficult to assess the scope and depth of the study. The results indicate a "cukup" (sufficient/adequate) level of performance in both health cadres (71.4%) and mothers (70.5%) regarding oral health education and practices, respectively. The conclusion aptly summarizes that while both groups demonstrated comprehension, they still possess limited knowledge and skills, particularly concerning the effective use of KMGS. This finding reinforces the need for more intensive and sustained training. For future studies, it would be beneficial to define what constitutes "cukup" and to establish baseline knowledge and skill levels to better evaluate the intervention's impact. Additionally, a more detailed explanation of KMGS and its role, along with a clearer articulation of the study's design and assessment tools, would significantly strengthen the contribution of this valuable research.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Balita Stunting Dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Balita Stunting dan PMT Di Desa Oeltua Kabupaten Kupang from Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria