Kontribusi Struktur Aset Terhadap Kebijakan Hutang
Home Research Details
Rizki Arvi Yunita, Abdul Haris

Kontribusi Struktur Aset Terhadap Kebijakan Hutang

0.0 (0 ratings)

Introduction

Kontribusi struktur aset terhadap kebijakan hutang. Analisis pengaruh struktur aset pada kebijakan hutang perusahaan farmasi BEI 2019-2024. Struktur aset tak signifikan; profitabilitas & likuiditas lebih dominan.

0
27 views

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur aset terhadap kebijakan hutang pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2024, dengan fokus pada hubungan antara fixed asset to total asset ratio dan debt to equity ratio. Metode penelitian menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan pendekatan kuantitatif, dimana sampel diambil secara purposive sampling dari 7 perusahaan farmasi yang memenuhi kriteria kelengkapan data laporan keuangan selama periode penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur aset tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang (β=-0.089; p=0.574>0.05), meskipun memiliki hubungan negatif. Temuan ini diperkuat oleh analisis laporan keuangan yang mengungkap bahwa perusahaan farmasi cenderung lebih dipengaruhi oleh faktor profitabilitas (ROE) dan likuiditas (cash ratio) dalam menentukan kebijakan pendanaan, sesuai dengan teori pecking order. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya pertimbangan faktor non-aset dalam pengambilan keputusan pendanaan di sektor farmasi, serta memberikan dasar bagi penelitian selanjutnya untuk mengeksplorasi variabel moderasi seperti intensitas R&D atau kebijakan dividen.


Review

Penelitian ini mengkaji hubungan antara struktur aset dan kebijakan hutang pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024, dengan fokus pada rasio aset tetap terhadap total aset dan rasio hutang terhadap ekuitas. Menggunakan analisis regresi linier sederhana, studi ini menemukan bahwa struktur aset tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang, meskipun ada hubungan negatif. Temuan ini diperkuat oleh analisis lebih lanjut yang menunjukkan bahwa profitabilitas (ROE) dan likuiditas (rasio kas) lebih dominan dalam mempengaruhi kebijakan pendanaan perusahaan farmasi, konsisten dengan teori *pecking order*. Meskipun metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang jelas dan fokus pada sektor spesifik yang relevan, terdapat beberapa poin yang perlu dipertimbangkan. Keterbatasan utama terletak pada ukuran sampel yang relatif kecil, yaitu hanya tujuh perusahaan, yang dapat membatasi generalisasi temuan. Periode penelitian hingga tahun 2024 juga perlu diklarifikasi; data untuk tahun 2024 kemungkinan belum lengkap atau bersifat estimasi pada saat penelitian dilakukan, yang bisa mempengaruhi validitas hasil. Selain itu, meskipun regresi linier sederhana sudah cukup untuk analisis awal, mengintegrasikan faktor-faktor lain yang diidentifikasi lebih berpengaruh (profitabilitas dan likuiditas) ke dalam model regresi berganda dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penentu kebijakan hutang. Terlepas dari keterbatasan tersebut, penelitian ini memberikan kontribusi berharga dengan secara empiris menunjukkan bahwa faktor non-aset seperti profitabilitas dan likuiditas lebih krusial dalam keputusan pendanaan di sektor farmasi Indonesia, menegaskan relevansi teori *pecking order*. Implikasi praktis dari temuan ini penting bagi manajemen perusahaan farmasi dalam merumuskan strategi pendanaan. Saran untuk penelitian selanjutnya mengenai eksplorasi variabel moderasi seperti intensitas R&D atau kebijakan dividen sangat relevan dan membuka jalan bagi studi yang lebih mendalam untuk mengembangkan model yang lebih komprehensif mengenai penentu kebijakan hutang di industri ini.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Kontribusi Struktur Aset Terhadap Kebijakan Hutang from Jurnal Budgeting .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.