Perbedaan Nilai Tekanan Darah Setelah Dilakukan Senam Ergonomik Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Panunggangan Kota Tangerang
Home Research Details
M. Martono Diel, Adi Dwi Susanto, Inna Mukhaira

Perbedaan Nilai Tekanan Darah Setelah Dilakukan Senam Ergonomik Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Panunggangan Kota Tangerang

0.0 (0 ratings)

Introduction

Perbedaan nilai tekanan darah setelah dilakukan senam ergonomik pada penderita hipertensi di puskesmas panunggangan kota tangerang. Studi ini meneliti efektivitas senam ergonomik dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Temukan bagaimana terapi non-farmakologis ini terbukti efektif di Puskesmas Panunggangan.

0
33 views

Abstract

Pendahuluan : Senam Ergonomik adalah tehnik senam untuk mengembalikan atau membetulkan sistem syaraf dan aliran darah, memaksimalkan supply oksigen ke otak, membuka sistem kecerdasan, sistem keringat, sistem pemanasan tubuh, sistem pembakaran asam urat, kolesterol, gula darah, asam laktat, sistem pembuatan elektrolit atau ozon dalam tubuh. sehingga dapat dijadikan pengobatan non farmakologis pada pasien dengan hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terjadi penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan senam ergonomik. Metode penelitian :  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif quasi eksperimen dengan One Group Pre Test and Post Test design, yaitu mengungkapkan hubungan sebelum dan sesudah dengan cara melibatkan kelompok intervensi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 21 orang. Cara pengambilan sampelnya menggunakan teknik random sampling yaitu simple random sampling. Analisis data : Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji wilcoxon. Hasil Penelitian, hasil sistol pre test – post test dengan menggunakan uji wilcoxon nilai signifikansinya adalah 0,023 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Sedangkan hasil diastol pretest-posttest adalah 0,025 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Kesimpulan : Bahwa senam ergonomik dapat menurunkan tekanan darah pada responden di Puskesmas Panunggangan Tahun 2015. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan senam ergonomik. Saran : Senam ergonomik dapat menjadi salah satu terapi suportif non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah. Dianjurkan bagi penelitian selanjutnya agar melakukan intervensi senam ergonomik dengan intensitas 4 kali dalam seminggu.


Review

This paper investigates the potential of "Senam Ergonomik" (ergonomic exercise) as a non-pharmacological intervention for reducing blood pressure in hypertensive patients at Puskesmas Panunggangan. Addressing a crucial public health issue, the study aimed to assess changes in blood pressure values before and after the intervention. Employing a quantitative quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach, the researchers found statistically significant reductions in both systolic (p=0.023) and diastolic (p=0.025) blood pressure following the exercise, suggesting a positive effect and supporting the hypothesis that ergonomic exercise can lower blood pressure. The study's strength lies in its clear objective and the application of an appropriate statistical test (Wilcoxon) for comparing paired data, which is suitable for the reported sample size. The findings offer preliminary evidence supporting the utility of ergonomic exercise as a supportive therapy for hypertension. However, the abstract's introduction to ergonomic exercise presents a very broad range of claimed benefits (e.g., maximizing oxygen supply to the brain, burning uric acid, cholesterol, creating electrolytes) that appear extensive and require substantial empirical backing, which is not elaborated upon within the scope of this abstract. A critical omission for a clinical intervention study is the specific protocol of the exercise, including its duration, frequency, and intensity, which is vital for replicability and understanding the dose-response relationship. While the results are promising, indicating that ergonomic exercise can lower blood pressure in the studied population, several methodological points warrant consideration for future research. The single-group, pre-post design, without a control group, limits the ability to definitively attribute the observed changes solely to the intervention, as confounding factors (e.g., placebo effect, regression to the mean, or daily life changes) cannot be fully excluded. Additionally, the sample size of 21 participants is relatively small, which may restrict the generalizability of the findings. Future studies would benefit from incorporating a larger, more diverse sample, including a control group, and providing a detailed description of the exercise intervention to enhance the robustness and clinical applicability of the conclusions. Further research could also explore the long-term effects and the specific physiological mechanisms underpinning the observed blood pressure reductions.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Perbedaan Nilai Tekanan Darah Setelah Dilakukan Senam Ergonomik Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Panunggangan Kota Tangerang from Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.