Peran wilayatul hisbah dalam mencegah perilaku ikhtilat di kota banda aceh. Analisis peran Wilayatul Hisbah dalam mencegah perilaku ikhtilat di Banda Aceh. Temukan efektivitas WH melalui edukasi, patroli, dan penindakan demi menjaga moralitas syariat Islam.
Ikhtilat merupakan percampuran antara Laki-laki dan Perempuan yang bukan mahram dan melakukan interaksi secara berlebihan ditempat umum seperti di cafe-cafe dan tempat umum lainnya, yang mana hal ini dapat berpotensi untuk menimbulkan maksiat diantara keduanya. Di kota Banda Aceh meskipun telah diterapkan syariat secara kaffah akan tetapi masih banyak ditemukan muda-mudi yang melakukan Ikhtilat tersebut. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran serta efektivitas Wilayatul Hisbah (WH). Sebagai lembaga penegak Qanun Syariat Islam di Kota Banda Aceh. Dalam upaya pencegahan perilaku ikhtilat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan anggota WH, tokoh masyarakat, dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WH menjalankan peran pencegahan melalui tiga fungsi utama : (1) Edukasi dan Sosialisasi Qanun tentang ketertiban umum dan akhlak : (2) Patroli Rutin dan Pengawasan di lokasi-lokasi rawan ikhtilat seperti kafe, taman, dan tempat wisata : serta (3) Penindakan dan Pembinaan terhadap pelanggar. Meskipun WH telah berperan signifikan dalam menekan angka pelanggaran, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, dinamika pergaulan kaum muda, dan perlunya sinergi yang lebih kuat dengan lembaga terkait lainnya. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas anggota WH agar lebih efektif memberikan efek jera sekaligus pembinaan. Secara keseluruhan, Wilayatul Hisbah memegang peran utama dan strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga moralitas publik dan memastikan implementasi syariat Islam di Kota Banda Aceh.
This study presents a focused investigation into the critical role of Wilayatul Hisbah (WH) in addressing the pervasive issue of *ikhtilat*—the excessive, unsupervised mixing of non-mahram individuals—in public spaces within Banda Aceh. Despite the city's adherence to comprehensive Sharia law, the abstract highlights the persistent challenge posed by young people engaging in such interactions, which are deemed to foster potential moral transgressions. The paper's primary objective is to meticulously analyze and describe the specific functions and overall effectiveness of WH as a key institution responsible for enforcing Islamic Sharia Qanun, particularly in its efforts to prevent *ikhtilat*. This timely research offers valuable insights into the practical implementation and enforcement of religious law in a contemporary urban setting. The research employs a qualitative descriptive methodology, utilizing a case study approach to thoroughly explore the subject matter. Data collection involved in-depth interviews with crucial stakeholders, including WH members and community leaders, complemented by direct field observations. The findings reveal that WH actively engages in prevention through a multi-faceted approach, encompassing three core functions: extensive education and socialization regarding public order and moral Qanun; regular patrols and vigilant supervision in high-risk *ikhtilat* locations such as cafes, parks, and tourist spots; and decisive enforcement actions combined with guidance for violators. The study effectively demonstrates that WH has made significant strides in curtailing violations, underscoring its pivotal role in maintaining public morality. However, the study also candidly identifies several persistent challenges that impede WH's full effectiveness. These include limitations in human resources, the dynamic and often resistant nature of youth social interactions, and the critical need for enhanced synergy with other relevant institutions. To address these issues, the research recommends a strategic focus on improving the capacity of WH members, enabling them to deliver more impactful deterrence and effective moral guidance. Overall, this paper strongly affirms Wilayatul Hisbah's primary and strategic position as the frontline guardian of public morality and a crucial enforcer of Islamic Sharia in Banda Aceh, offering a comprehensive overview of its operations, achievements, and areas for improvement.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Peran Wilayatul Hisbah dalam Mencegah Perilaku Ikhtilat di Kota Banda Aceh from Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria