Peran teknologi ai dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa . Jelajahi peran AI dalam pengembangan berpikir kritis mahasiswa. Analisis positif AI (personalisasi, umpan balik cepat) dan negatif (ketergantungan, etika) dalam pendidikan. Diperlukan integrasi seimbang.
Kemajuan teknologi dan peningkatan kemampuan komputasi komputer telah membuka peluang untuk menerapkan berbagai aplikasi dan algoritme yang sebelumnya tidak mungkin dijalankan pada perangkat portabel seperti laptop dan ponsel pintar. Salah satu teknik yang semakin populer adalah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. AI adalah istilah umum yang mengacu pada simulasi kecerdasan manusia oleh mesin yang menggunakan data besar untuk melakukan berbagai tugas. Kehadiran AI telah membawa dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk di bidang pendidikan. Namun, di samping manfaatnya, AI juga memiliki dampak negatif yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh AI terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dari perspektif epistemologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan analisis literatur. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui beberapa cara, seperti meningkatkan akses ke sumber daya pembelajaran, personalisasi pembelajaran, mendukung pembelajaran kolaboratif, memberikan umpan balik yang cepat dan akurat, serta mendukung pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL). Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa dampak negatif, termasuk ketergantungan pada teknologi, kualitas informasi yang tidak terjamin, isolasi sosial, serta masalah etika dan privasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang seimbang dan strategis dalam mengintegrasikan AI dalam pendidikan untuk memastikan bahwa manfaatnya dapat dimaksimalkan, sementara dampak negatifnya diminimalkan.
This paper, "Peran Teknologi AI dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa," delves into a highly relevant and timely topic concerning the integration of Artificial Intelligence into educational practices. With AI increasingly permeating various aspects of daily life, its influence on student learning, particularly critical thinking, demands thorough investigation. The authors aim to explore this complex relationship from an epistemological perspective, providing a conceptual framework for understanding AI's multifaceted impact. Utilizing a qualitative research methodology grounded in literature analysis, the study seeks to synthesize existing knowledge on both the advantages and disadvantages of AI in fostering critical thinking skills. The research effectively identifies a comprehensive range of impacts, presenting a balanced view of AI's role in education. On the positive side, the study highlights how AI can significantly enhance critical thinking through improved access to learning resources, personalized learning pathways, support for collaborative learning environments, provision of rapid and accurate feedback, and facilitation of Problem-Based Learning (PBL). These benefits underscore AI's potential as a transformative tool for pedagogical innovation. Conversely, the paper does not shy away from acknowledging the considerable negative ramifications, including the risk of technology dependency, challenges in ensuring information quality, potential for social isolation, and critical issues surrounding ethics and privacy. This dual perspective offers a nuanced understanding essential for informed educational policy. While the literature analysis provides a strong foundation for understanding the theoretical implications, the abstract suggests the study is primarily a synthesis of existing works rather than an empirical investigation. This means the findings offer broad insights and hypotheses, but may lack context-specific empirical validation, which could be a point for future research. Nevertheless, the paper's ultimate recommendation—for a balanced and strategic approach to integrating AI in education—is crucial. It emphasizes the need for educators and institutions to consciously leverage AI's benefits while proactively developing strategies to mitigate its risks, thereby ensuring that technological advancement genuinely supports the holistic development of students' critical thinking abilities.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Peran Teknologi AI dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa from Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria