Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Kasus Bullying di MTsS Nurul Amaliyah
Home Research Details
Muhammad Muammar Khadafi Batubara, Alfin Siregar, Ali Daud Hasibuan

Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Kasus Bullying di MTsS Nurul Amaliyah

0.0 (0 ratings)

Introduction

Peran guru bimbingan dan konseling dalam menangani kasus bullying di mtss nurul amaliyah. Peran guru BK atasi bullying verbal & sosial, termasuk body shaming, di MTsS Nurul Amaliyah. Strategi konseling, bimbingan, faktor pendukung & penghambat penanganan bullying siswa.

0
4 views

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku Bullying yang terjadi di MTsS Nurul Amaliyah, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani kasus Bullying, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan penanganannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas satu guru BK, dua siswa, satu kepala sekolah, dan dua wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Bullying yang ditemukan terutama berupa Bullying verbal dan sosial. Bentuk yang menonjol adalah ejekan dan panggilan yang merendahkan terkait fisik (body shaming) serta ejekan terhadap pola pergaulan siswa laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi stereotip gender. Perilaku tersebut berdampak pada kenyamanan, kepercayaan diri, partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, dan hubungan sosial. Guru BK berperan melalui konseling individual, konseling kelompok, bimbingan klasikal, pendekatan personal, koordinasi dengan wali kelas, serta keterlibatan orang tua. Dalam proses pembinaan, guru BK juga menanamkan nilai empati, ukhuwah, dan akhlakul karimah. Faktor pendukung penanganan meliputi kerja sama pihak sekolah, keterbukaan siswa, dan dukungan orang tua. Adapun hambatan meliputi keterbatasan waktu layanan, jumlah siswa yang banyak, kurangnya pengawasan pada beberapa area, belum optimalnya program pencegahan yang terstruktur, serta masih rendahnya kesadaran sebagian siswa mengenai dampak Bullying. Penelitian menyimpulkan bahwa penanganan Bullying memerlukan layanan BK yang berkelanjutan dan kolaboratif antara guru BK, wali kelas, sekolah, siswa, dan orang tua.


Review

Penelitian berjudul "Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Kasus Bullying di MTsS Nurul Amaliyah" ini menyajikan investigasi yang relevan dan mendalam mengenai isu penting di lingkungan sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini secara komprehensif meneliti bentuk-bentuk perilaku bullying, peran sentral guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam penanganannya, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi efektivitas intervensi. Metodologi yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan berbagai informan, termasuk guru BK, siswa, kepala sekolah, dan wali kelas, menunjukkan upaya yang solid untuk mengumpulkan data yang kaya dan kontekstual. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai dinamika bullying di MTsS Nurul Amaliyah, mengidentifikasi bullying verbal dan sosial sebagai bentuk yang paling dominan, khususnya dalam bentuk ejekan fisik (body shaming) dan stereotip gender. Dampak perilaku ini terhadap kenyamanan, kepercayaan diri, partisipasi belajar, dan hubungan sosial siswa menjadi sorotan penting. Guru BK diuraikan memiliki peran multidimensional melalui konseling individual dan kelompok, bimbingan klasikal, pendekatan personal, koordinasi dengan wali kelas, dan pelibatan orang tua. Penekanan pada penanaman nilai empati, ukhuwah, dan akhlakul karimah juga menunjukkan dimensi pedagogis yang kuat dalam pendekatan guru BK. Studi ini juga secara cermat mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat upaya penanganan bullying. Kerja sama pihak sekolah, keterbukaan siswa, dan dukungan orang tua diakui sebagai pendorong positif. Namun, hambatan seperti keterbatasan waktu, jumlah siswa yang banyak, kurangnya pengawasan di beberapa area, belum optimalnya program pencegahan yang terstruktur, dan rendahnya kesadaran siswa mengenai dampak bullying, menyoroti tantangan nyata yang dihadapi. Kesimpulan penelitian menekankan bahwa penanganan bullying memerlukan layanan BK yang berkelanjutan dan kolaboratif antar semua pihak terkait—guru BK, wali kelas, sekolah, siswa, dan orang tua—menegaskan perlunya strategi komprehensif dan terintegrasi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Kasus Bullying di MTsS Nurul Amaliyah from Komprehensif .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.