Penggunaan ayat-ayat syifa’ pada ruqyah tolak sihir (studi kasus pada ustadz muhammad chudlori di desa watesari kecamatanbalongbendo kabupaten sidoarjo). Riset living Qur'an tentang praktik ruqyah dengan ayat-ayat syifa' Al-Qur'an untuk tolak sihir. Studi kasus Ustadz Muhammad Chudlori mengungkap pengobatan non-medis dan dakwah spiritual.
Artikel ini merupakan riset living Qur’an atas sebuah fenomena praktik penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai tolak sihir. Kasus tersebut dipahami dengan perspektif fenomenologi (berdasarkan fenomena yang ada) yang diimplementasikan dari pemahaman atas ayat-ayat Al-Qur’an. Praktik penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an ini sebagai upaya pengobatan kepada pasien yang terkena sihir atau yang disebut dengan ngeruqyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan sebagai pisau analisis penulis menggunakan teori Tindakan sosial Max Weber. Peneliti mempelajari secara langsung keadaan di lapangan dengan observasi daninterview dengan beberapa informan. Riset ini berkesimpulan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan komunal maupun individual tergolong tipe tindakan rasional instrumental dengan beberapa tujuan serta memiliki pemaknaan subyektif untuk disebarkan pada pihak lain yang terlibat dalam sosial. Tujuan me-ruqyah kepada orang sakit yang diakibatkan sihir adalah sebagai reprentasi Al-Qur’an, pengobatan non medis, serta dapat menenangkan hati bagi para pasien ruqyah. Selain itu ruqyah juga dipahami dan dijadikan sebagai media dakwah untuk para pasien yang datang, baik yang masih proses ruqyah maupun yang sudah sembuh.
This article presents a compelling *living Qur'an* research, meticulously examining the practical application of *Ayat-ayat Syifa'* (healing verses) in *ruqyah* (spiritual exorcism/healing) rituals intended to counteract magic. Focusing on a specific case study involving Ustadz Muhammad Chudlori in Sidoarjo, Indonesia, the study employs a phenomenological perspective to unravel the real-world implementation of Qur'anic verses as a response to perceived supernatural afflictions. This focus on a contemporary, grassroots religious phenomenon offers valuable insights into how sacred texts are utilized for spiritual healing and social engagement, making a significant contribution to studies in religious practice and the sociology of religion. The research adopts a qualitative methodology, leveraging Max Weber's theory of social action as its primary analytical lens. Data collection involved direct observation and in-depth interviews, allowing the researcher to understand the on-the-ground dynamics of *ruqyah*. A key finding posits that both communal and individual *ruqyah* activities are best understood as *rasional instrumental* actions, characterized by specific goals and subjective meanings communicated among participants. The study identifies the primary objectives of *ruqyah* as a representation of the Al-Qur'an, a non-medical form of treatment, and a means to bring peace of mind to patients. Crucially, *ruqyah* also functions as a powerful medium for *dakwah* (religious proselytization), engaging patients throughout and beyond their healing journey. While the paper effectively documents the instrumental rationality and various functions of *ruqyah* within its specific context, a more expansive discussion on the subjective experiences and interpretative frameworks of the patients regarding "sihir" (magic) and their healing process could further strengthen its phenomenological claims. Despite this, the research makes a commendable contribution by empirically analyzing the contemporary utility of Qur'anic verses in spiritual healing. It not only illuminates local religious practices but also enhances our understanding of how religious texts are dynamically interpreted, enacted, and integrated into daily life for both individual well-being and broader social and religious aims, making it a relevant and insightful study for scholars and practitioners alike.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Penggunaan Ayat-ayat Syifa’ pada Ruqyah Tolak Sihir (Studi Kasus pada Ustadz Muhammad Chudlori di Desa Watesari KecamatanBalongbendo Kabupaten Sidoarjo) from Al-Dhikra .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria