Pengembangan kapasitas kewirausahaan berbasis digitalisasi untuk meningkatkan kemandirian siswa disabilitas. Tingkatkan kemandirian siswa disabilitas melalui pengembangan kewirausahaan berbasis digitalisasi. Pelatihan motivasi, perencanaan bisnis, & BMC digital untuk kesejahteraan.
Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa penyandang disabilitas di SLB YPPALB Kota Magelang antara lain: keterbatasan disabilitas dalam mobilitas, belum adanya dorongan untuk mengembangkan diri, kurangnya pelatihan dari pemerintah terkait keterampilan disabilitas, tingkat kompetensi disabilitas masih kurang, dan tingkat produktifitas masih rendah. Pengabdian ini bertujuan untuk mencapai kesejahteraan penyandang disabilitas dengan meningkatkan kemandirian mengenai hal-hal terkait (a) motivasi kewirausahaan era digital berdasarkan keterampilan yang dimiliki sesuai dengan kemampuannya, (b) pengenalan perencanaan bisnis untuk memulai usaha, dan (c) pembuatan business model canvas dengan aplikasi digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, dan diskusi. Luaran wajib dari program ini adalah siswa disabilitas SLB YPPALB Kota Magelang mempunyai motivasi kewirausahaan era digital dan siswa disabilitas SLB YPPALB Kota Magelang mempunyai dokumen perencanaan bisnis dengan aplikasi digital. Luaran tambahan pada penelitian ini adalah publikasi jurnal nasional terakreditasi.
This paper, titled "Pengembangan Kapasitas Kewirausahaan Berbasis Digitalisasi Untuk Meningkatkan Kemandirian Siswa Disabilitas," outlines a highly relevant and commendable community service initiative ("Pengabdian"). The abstract clearly identifies a critical societal need: empowering students with disabilities at SLB YPPALB Kota Magelang by addressing their limitations, lack of motivation, and low productivity. The focus on digital-based entrepreneurship is particularly insightful, offering a practical and accessible pathway to economic independence and improved well-being for a demographic often marginalized in traditional employment settings. The project's objectives are well-defined and logical, aiming to foster entrepreneurial motivation in the digital era, introduce business planning fundamentals, and teach the creation of Business Model Canvas using digital applications. This structured approach, utilizing lectures, tutorials, and discussions, appears appropriate for the target audience and the project's scope. The expected outputs — students gaining digital entrepreneurial motivation and developing digital business plans — are concrete and measurable, indicating a practical and tangible impact on participants' capabilities. The commitment to publishing in an accredited national journal further ensures the dissemination of valuable insights from this important work. While the abstract effectively highlights the "what" and "why," future reporting or subsequent research stemming from this "Pengabdian" could benefit from greater detail on the "how" of assessing the broader impact. For instance, how will the "peningkatan kemandirian" (increase in independence) and "kesejahteraan penyandang disabilitas" (well-being of people with disabilities) be specifically measured beyond the immediate outputs of motivation and business plans? Providing an overview of the curriculum's specific digital tools or entrepreneurial avenues explored, even briefly, could also enhance the abstract's informational value. Nonetheless, this initiative represents a vital step towards inclusive development, offering a promising model for digital empowerment among individuals with disabilities.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Pengembangan Kapasitas Kewirausahaan Berbasis Digitalisasi Untuk Meningkatkan Kemandirian Siswa Disabilitas from Jurnal Sosial & Abdimas .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria