Pendidikan islam dalam meningkatkan sinergi antar masyarakat nelayan. Pendidikan Islam meningkatkan sinergi dan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui nilai kebersamaan. Pembahasan mencakup konsep syirkah amlak & uqud dalam ekonomi syariah.
Pendidikan Islam merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan masyarakat. Pendidikan Islam dapat berperan dalam meningkatkan sinergi antar masyarakat nelayan. Hal ini dikarenakan pendidikan Islam mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, saling tolong-menolong, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan bagi masyarakat nelayan untuk bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan normative dan sosiologis yakni interaksi lingkungan yang sesuai dengan unit sosial, individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat. Adapun sumber data penelitian ini adalah masyarakat nelayan. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan tentang Pendidikan Islam Akad Kerjasama Syirkah dibagi menjadi dua macam yaitu syirkah amlak dan syirkah uqud. Dimana syirkah amlak dibagi menjadi dua bentuk yaitu syirkah amlak ikhtiyar dan syirkah amlak ijbar. Sedangkan mengenai pembagian syirkah uqud ulama berbeda pendapat mengenai bentuknya. Akan tetapi, menurut Tetapi beberapa fuqaha berbeda pendapat dalam membagi macam-macam syirkah al-Uqud, yaitu : menurut Hanabilah syirkah ini dibagi menjadi lima, diantaranya yaitu; Syirkah ‘Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan, Syirkah Wujuh, Syirkah Mudharabah. Sedangkan menurut Hanafiyah syirkah ini dibagi menjadi enam, yaitu; Syirkah Amwal,Syirkah A’mal, Syirkah Wujuh masing-masing dari ketiga bentuk ini terbagi menjadi mufawadhah dan ‘inan.Menurut Malikiyah dan Syafi’iyah syirkah ini dibagi menjadi empat, diantaranya; Syirkah ‘Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah Abdan, Syirkah Wujuh. Syirkah apabila telah memenuhi rukun dari syirkah tersebut yaitu adanya para pihak dan ijab qabul.
The paper, "Pendidikan Islam Dalam Meningkatkan Sinergi Antar Masyarakat Nelayan," sets out to explore the significant role of Islamic education in cultivating cooperation and synergy within fishing communities. It establishes a compelling premise, suggesting that Islamic education, by instilling core values such as togetherness, mutual assistance, and collective effort (gotong royong), can provide a vital framework for these communities to collaborate effectively and enhance their overall well-being. This focus on faith-based education as a catalyst for social cohesion and development within a specific socio-economic group presents an interesting area of inquiry. Methodologically, the study adopts a qualitative approach, integrating both normative and sociological perspectives. This combined lens aims to examine how Islamic principles interact with the social realities of the fishing communities under investigation. Data collection from the fishing communities involved observation, interviews, and documentation, which are appropriate methods for gathering rich, contextualized information in qualitative research. The subsequent data analysis process, which includes data reduction, presentation, and conclusion drawing, follows standard and recognized qualitative research protocols, suggesting a rigorous approach to understanding the phenomena. However, the findings summarized in the abstract present an unexpected shift in focus. The research concludes with an elaborate exposition of *syirkah* (Islamic partnership contracts), detailing its two main types (*syirkah amlak* and *syirkah uqud*) and exploring the divergent interpretations of *syirkah uqud* among various Islamic schools of thought (Hanabilah, Hanafiyah, Malikiyah, and Syafi'iyah), alongside the requisites for a valid contract. While *syirkah* is indeed a form of cooperation grounded in Islamic jurisprudence, the abstract does not sufficiently bridge the gap between this detailed, almost theoretical, discussion of Islamic contract law and the initial research objective of how Islamic education *enhances synergy* in a practical, experiential manner among the specific fishing communities studied. A clearer articulation or empirical illustration of how these specific jurisprudential distinctions directly inform or are utilized in the practical cooperative efforts of fishermen would significantly strengthen the paper's argument and impact.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN SINERGI ANTAR MASYARAKAT NELAYAN from SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria