Mengenal motif batik bakaran di desa juwana pati. Pelajari sejarah, makna motif, dan proses Batik Bakaran khas Juwana, Pati. Kenali keunikan motif retak dan warna gelapnya sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki keaneragaman, Batik merupakan salah satu warisan budaya bukan sekedar kain yang hanya dicoret melainkan karena batik sebagai diwariskan secara turun-temurun dengan landasan falsafah budaya lokal dan merekam perubakan pada suata generasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara mendalam mengenai sejarah, makna dari setiap motif yang ada pada batik bakaran serta proses pembuatan batik bakaran. Batik Bakaran merupakan batik khas kabupaten pati yang sampai saat ini masih ditekuni, dilestarikan masyarakat Juwana sebagai warisan dari sesepuh desa yaitu Nyi Danowati selain itu batik bakaran memiliki makna atau pesan pada setiap motifnya, adanya makna atau pesan tersebut diadopsi dari kebudayaan Masyarakat sekitar. Batik bakar memliki ciri khas tersendiri yaitu motif retak (remukan), selain itu Batik Bakaran identik dengan warna yang gelap seperti coklat, putih, dan hitam. kajian ini menggunakan berbagai metode penelitian diantaranya wawancara, observasi dan literatur. Hasil dan pembahasan penelitian ini memperlihatkan bahwa Batik Bakaran adalah warisan budaya yang harus dilestarikan dan memberikan signifikan  Kata kunci: Batik bakaran, Motif, Pesisiran, Juwana, Warisan,
This study, titled "MENGENAL MOTIF BATIK BAKARAN DI DESA JUWANA PATI," presents an important investigation into Batik Bakaran, a distinct cultural heritage from Juwana, Pati, Indonesia. The abstract effectively sets the stage by highlighting Indonesia's rich cultural diversity and positioning batik not merely as a decorative fabric but as a deeply philosophical tradition passed down through generations. The research aims to comprehensively explore the history, meaning of motifs, and the production process of Batik Bakaran, thereby contributing to the understanding and preservation of this invaluable art form. The paper demonstrates several clear strengths based on its abstract. It specifically identifies Batik Bakaran as a heritage from the village elder Nyi Danowati, emphasizing its enduring practice and preservation within the Juwana community. The abstract highlights unique characteristics such as the distinctive "retak (remukan)" or cracked motif, and its characteristic dark color palette of brown, white, and black. The methodology, encompassing interviews, observation, and literature review, suggests a triangulated approach, which is commendable for gathering both qualitative insights and contextual information. The finding that Batik Bakaran is a cultural heritage that must be preserved underscores the practical relevance and impact of this study. While the abstract provides a solid overview, future iterations or the full paper could benefit from slightly more explicit detail in certain areas. For instance, while methods are mentioned, a brief indication of the research scope, such as the number of interviews or specific sites of observation, would enhance clarity even within an abstract. Furthermore, the concluding statement regarding "significant results" could be more succinctly summarized within the abstract itself to immediately convey the key findings beyond the call for preservation. Nevertheless, this study makes a valuable contribution to ethno-cultural research by meticulously documenting and promoting the understanding of Batik Bakaran, thus aiding in its continued recognition and conservation.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - MENGENAL MOTIF BATIK BAKARAN DI DESA JUWANA PATI from ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria