Kesadaran ekologis dalam menghadapi banjir: studi tafsir maudhui berdasarkan pendekatan al-farmawi. Kaji kesadaran ekologis hadapi banjir dari perspektif Al-Qur'an menggunakan tafsir maudhui Al-Farmawi. Temukan solusi seperti sumur resapan, reboisasi & pengelolaan lingkungan.
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan kesadaran ekologis saat menghadapi bencana banjir. Isu tentang banjir serta kerusakan lingkungan menjadi perhatian penting, terutama dalam perspektif Al-Qur’an. Hal ini adalah respons terhadap kerusakan alam, dan banyak dari kerusakan ini dipicu oleh ulah manusia. Metode penelitian menggunakan pendekatan tafsir maudhui menurut al-Farmawi, yakni mengumpulkan ayat terkait tema tertentu, menganalisis konteks turunnya ayat, menyintesis maknanya secara menyeluruh, serta menghubungkan hasil analisis dengan realitas sosial dan lingkungan saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh ayat utama yang membahas masalah kerusakan lingkungan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi, yaitu Surah al-A’raf: 56; Ar-Rum: 41; Al-Qashash: 77; Al-Baqarah: 30; Al-Baqarah: 27; Ar-Ra’d: 25; dan Hud: 44. Salah satu solusi tersirat dalam Surah Hud: 44 tentang konsep “bumi menelan air”, yang dapat diterapkan dalam bentuk teknologi sumur resapan untuk mengurangi risiko banjir. Relevansinya lebih jauh juga berkaitan dengan seruan meningkatkan kesadaran ekologis melalui langkah konkret seperti reboisasi, pelestarian daerah resapan air, pengelolaan sampah, dan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - KESADARAN EKOLOGIS DALAM MENGHADAPI BANJIR: STUDI TAFSIR MAUDHUI BERDASARKAN PENDEKATAN AL-FARMAWI from Al-Dhikra .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria