Analisis pengelolaan fly ash dan bottom ash pada salah satu pltu di wilayah nusa tenggara timur. Analisis pengelolaan FABA (Fly Ash & Bottom Ash) di PLTU NTT. Kaji regulasi, karakteristik, risiko lingkungan & kesehatan. FABA aman, dimanfaatkan konstruksi, dukung efisiensi & ekonomi sirkular.
Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU berbahan bakar batubara dikategorikan limbah non-B3 sesuai PP No. 22 Tahun 2021 Lampiran XIV. Penelitian ini menganalisis pengelolaan FABA di salah satu PLTU NTT, mencakup kesesuaian regulasi, metode pengelolaan, karakteristik limbah (TCLP & LD50), dan risiko terhadap lingkungan serta kesehatan. Hasil menunjukkan pengelolaan FABA telah sesuai ketentuan, karakteristik limbah aman, risiko rendah, dan pemanfaatannya sebagai bahan konstruksi mendukung efektivitas pengelolaan serta prinsip ekonomi sirkular. Studi ini menegaskan pentingnya sistem manajemen FABA yang terstruktur untuk keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional PLTU.
Penelitian berjudul "Analisis Pengelolaan Fly Ash dan Bottom Ash Pada Salah Satu PLTU Di Wilayah Nusa Tenggara Timur" ini menyajikan analisis komprehensif mengenai manajemen Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) di salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Nusa Tenggara Timur. Topik ini sangat relevan mengingat klasifikasi FABA sebagai limbah non-B3 berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, yang membawa implikasi besar terhadap praktik pengelolaan dan potensi pemanfaatannya. Studi ini secara sistematis mengkaji aspek regulasi, metode pengelolaan, karakteristik limbah melalui uji TCLP dan LD50, serta penilaian risiko lingkungan dan kesehatan, memberikan gambaran holistik terhadap sistem pengelolaan FABA di lokasi studi. Studi ini menyoroti kekuatan dalam pengelolaan FABA di PLTU yang diteliti, dengan temuan bahwa praktik yang ada telah sesuai dengan ketentuan regulasi. Hasil analisis karakteristik limbah, khususnya melalui uji TCLP dan LD50, menegaskan bahwa FABA yang dihasilkan tergolong aman, dengan tingkat risiko terhadap lingkungan dan kesehatan yang rendah. Kontribusi penting lainnya adalah penekanan pada pemanfaatan FABA sebagai bahan konstruksi, yang tidak hanya meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah tetapi juga secara konkret mendukung prinsip ekonomi sirkular. Pendekatan multi-aspek ini memberikan bukti empiris yang kuat untuk mendukung implementasi kebijakan FABA non-B3 di Indonesia. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap literatur mengenai pengelolaan limbah industri, khususnya di sektor energi. Penegasan akan pentingnya sistem manajemen FABA yang terstruktur untuk menjamin keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional PLTU sangat berharga. Temuan positif mengenai kepatuhan regulasi, karakteristik limbah yang aman, dan keberhasilan pemanfaatan FABA sebagai bahan konstruksi menawarkan model yang menjanjikan bagi PLTU lain di Indonesia. Studi ini direkomendasikan untuk publikasi karena kedalaman analisisnya dan relevansi praktisnya dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan ekonomi sirkular.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Analisis Pengelolaan Fly Ash dan Bottom Ash Pada Salah Satu PLTU Di Wilayah Nusa Tenggara Timur from Envirous .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria