Analisis Kebijakan Publik dalam Penguatan Ketahanan Pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang: Potensi, Tantangan, dan Strategi
Home Research Details
Fitri

Analisis Kebijakan Publik dalam Penguatan Ketahanan Pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang: Potensi, Tantangan, dan Strategi

0.0 (0 ratings)

Introduction

Analisis kebijakan publik dalam penguatan ketahanan pangan di kabupaten sidenreng rappang: potensi, tantangan, dan strategi. Analisis kebijakan publik untuk penguatan ketahanan pangan di Sidenreng Rappang, lumbung padi nasional. Temukan potensi, tantangan, dan strategi mencapai kemandirian pangan daerah.

0
2 views

Abstract

Ketahanan pangan merupakan kebutuhan pokok bagi penduduk, sehingga sudah menjadi tugas pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan. Kabupaten Sidenreng Rappang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan dan daerah penyanggah beras nasional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi dan strategi penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif. Data penelitian berasal dari data sekunder dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, disusun dalam matriks SWOT untuk merangkum temuan. Dalam penelitian ini, Kabupaten Sidenreng Rappang menunjukkan potensi yang kuat dalam ketahanan pangan, terutama melalui produksi padi yang signifikan, yaitu 535.316 ton, dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Melalui optimalisasi potensi pertanian dan respons terhadap tantangan yang ada, Kabupaten Sidenreng Rappang tidak hanya akan mencapai ketahanan pangan yang lebih baik, tetapi juga bisa menjadi model inspiratif bagi daerah lain dalam upaya mencapai kemandirian pangan. Ke depannya, penelitian ini diharapkan dapat lebih luas dengan mempertimbangkan faktor eksternal, melibatkan berbagai kelompok masyarakat, dan menggunakan metode yang lebih komprehensif. Selain itu, penting juga untuk melakukan studi jangka panjang guna memantau perubahan ketahanan pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang.


Review

This study, "Analisis Kebijakan Publik dalam Penguatan Ketahanan Pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang: Potensi, Tantangan, dan Strategi," tackles a profoundly relevant and critical issue: food security, examined through the lens of public policy analysis. The choice of Kabupaten Sidenreng Rappang, known as a national rice barn, as the research location is particularly astute, offering a valuable case study for understanding regional dynamics in ensuring food resilience. The abstract effectively conveys the study's objective to analyze current conditions and strategies, highlighting significant findings such as robust rice production (535,316 tons) and supportive government policies, which contribute to the region's strong food security potential. The application of a SWOT matrix for synthesizing findings suggests a structured and practical approach to identifying actionable strategies. Methodologically, the qualitative exploratory approach, combined with thematic analysis, appears well-suited for investigating the intricate policy landscape surrounding food security. However, the abstract's statement that data was derived solely from secondary sources warrants further elaboration. While secondary data can be foundational, a qualitative exploratory study aiming for depth might benefit from clarifying the types of secondary data utilized (e.g., official policy documents, government reports, statistical yearbooks) to ensure the robustness of the exploration. Additionally, while "supportive government policies" are identified as a strength, providing a brief indication or example of these policies would offer readers a more concrete understanding of the policy environment analyzed. The ambition for Sidenreng Rappang to serve as an "inspiring model" also opens avenues for discussing the transferability of its strategies to other contexts. The authors exhibit a commendable awareness of the study's inherent boundaries and future research directions. Their suggestions to expand the research by considering external factors, engaging diverse community groups, employing more comprehensive methods, and instituting long-term monitoring are thoughtful and well-articulated. These forward-looking recommendations reinforce the study's practical utility and its potential for sustained impact. Overall, this research is poised to offer significant insights into strengthening regional food security, providing valuable guidance for policymakers in Sidenreng Rappang and potentially serving as a benchmark for other agricultural regions striving for sustainable food systems and national food independence.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Analisis Kebijakan Publik dalam Penguatan Ketahanan Pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang: Potensi, Tantangan, dan Strategi from Jurnal Sosial Humaniora .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.